Lewati ke konten utama / Skip to main content

Writing

Tiga kategori: Akademik untuk publikasi jurnal, Analisis untuk regulasi & putusan, dan Catatan untuk build log dan agentic engineering.

Publikasi akademik

Tesis Magister Ilmu Hukum, Universitas Indonesia · 2025

Perlindungan Hukum di Bidang Pasar Modal bagi Pemegang Saham Independen dalam Transaksi Backdoor Listing di Indonesia (Studi Kasus: Reverse Merger PT Bank Syariah Mandiri dengan PT Bank BNI Syariah dan PT Bank BRISyariah Tbk)

Ziffany Firdinal
Full Tesis ↗
Abstract

Penggabungan Usaha PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) dengan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) dapat dikategorikan sebagai aksi backdoor listing BSM dengan mekanisme penggabungan terbalik (reverse merger), dengan kondisi seluruh bank yang melakukan transaksi merupakan pihak terafiliasi. Penelitian ini memfokuskan analisis terhadap Pertama, tidak dilakukannya RUPS Independen BRIS dalam pengambilan keputusan penggabungan usaha; dan Kedua, pemenuhan hak menilai harga saham (appraisal right) oleh BRIS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian doktrinal serta bertipologi deskripsis analitis. Dari hasil penelitian diketahui seharusnya RUPS dalam rangka menyetujui Penggabungan Usaha BRIS dilaksanakan dengan tata cara RUPS Independen (kecuali terdapat penetapan Kementerian BUMN bahwa penggabungan adalah dalam rangka restrukturisasi -yang tidak di temukan dalam penjelasan RUPS-). BRIS juga sudah melaksanakan penyelesaian hak menilai harga saham (appraisal right) terhadap pemegang saham yang tidak setuju dengan penggabungan, namun jika dibandingkan dengan pelaksanaan hak yang sama pada aksi korporasi PT Indosat Tbk, PT Telkom (Persero) Tbk, dan PT Bank OCBC NISP Tbk, ditemukan perbedaan dalam penggunaan referensi/dasar harga pembelian, periode pembelian kembali saham, tempo pembayaran, dan Pihak yang melakukan pembelian kembali. Oleh sebab itu perbedaan perlakuan yang diterapkan Perusahaan Terbuka, meski tidak bertentangan dengan aturan terkait, namun dapat menimbulkan ketidakadilan bagi pemegang saham minoritas.

University of Bengkulu Law Journal (UBELAJ) · 2024

Replikasi Fungsi Wali Amanat Pada Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Peer To Peer Lending) Dan Penawaran Efek Bersifat Utang/Sukuk Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding)

Ziffany Firdinal
ResearchGate ↗
Abstract

Tulisan ini mencoba membandingkan antara kegiatan Penawaran Umum yang dilakukan di Pasar Modal dengan kegiatan Urun Dana Peer to Peer Lending dan Securities Crowdfunding Efek bersifat utang dan/atau Sukuk yang pada dasarnya identik karena masyarakat luas dapat mengakses penawaran dari peminjam maupun melakukan pendanaan melalui platform yang dapat diakses publik. Sesuai hasil riset Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2017 terdapat risiko melekat pada layanan Urun Dana Peer to Peer Lending, yakni risiko gagal bayar dan minimnya informasi bagi pemodal, oleh sebab itu diusulkan mereplikasi Lembaga Wali Amanat yang berperan dalam melindungi kepentingan pemegang Efek bersifat utang dan/atau Sukuk yang ditawarkan dalam Penawaran Umum pada kegiatan Urun Dana Peer to Peer Lending dan Securities Crowdfunding Efek bersifat utang dan/atau Sukuk.